Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

CARA MEMBESARKAN IKAN PATIN

Pembesaran ikan Patin adalah kegiatan memelihara benih, hasil pembenihan hingga menjadi konsumsi. Pembesaran ikan Patin bukan hanya dapat dilakukan di kolam darat, tetapi juga di kolam jaring apung.

Kegiatan  pembesaran patin dibagi dalam beberapa tahap, yaitu penentuan lokasi, penebaran, pemberian pakan, pengelolaan rutin dan pemanenan.

Sebelum anda menentukan lokasi untuk melakukan budidaya patin, anda harus menentukan system atau model yang akan anda gunakan untuk budidaya pati. Apakah anda memilih system karamba, fence (pagar) atau kolam ?

Perbedaan antara system karamba dan pagar sebagai berikut.

Keramba adalah kolam ikan yang rangkaiannya terbuat dari kayu dan bambu, keramba berbentuk kotak ukuran 4m x 2m x 1,5m dan pada tutupnya dibuat lubang untuk pemberian makan dan pengontrolan ikan. Serta pada bagian dalam keramba ditambahkan jaring dengan ukuran benih ikan, ini berfungsi sebagai penampung ikan agar tidak lepas. Penempatan keramba yaitu 2/3 di dalam air dan sisanya di atas permukaan air, oleh karena itu pemilik keramba biasanya sering meletakan keramba di pinggir sungai yang alirannya tidak deras.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan karamba terdiri dari.
- Balok kayu, berfungsi sebagai rangka dan
- Bambu sebagai dinding dan penutup yang diikatkan
Dengan tali nilon pada rangka kayu. Bentuk karamba adalah kotak segi empat yang pada bagian bawahnya terbuka dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter. Penempatan karamba adalah 2/3 di dalam air dan 1/3 di atas permukaan air. Pada bagian tengah penutup keramba dibuat lubang terbuka berukuran 0,5 x 0,5 meter yang berfungsi sebagai tempat pemberian pakan dan pengontrolan ikan.

Karamba dari bambu

Karamba ditempatkan di pinggir sungai secara berkelompok dan setiap kelompok terdapat 20 - 40 karamba. Penempatannya dengan cara berpasangan dan diantara pasangan karamba ditempatkan bambu bulat yang berfungsi sebagai tempat pengikat, sekaligus sebagai pelampung karamba. Di antara tiap karamba dibuat jalan penghubung dari papan kayu. Kedua ujung bambu tersebut diikat pada tiang yang ditancapkan kedasar sungai sebagai penahan agar karamba tidak terbawa arus air sungai. Untuk setiap kelompok, di atas bambu pelampung dibuat pondok ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 meter sebagai tempat berteduh bagi petugas yang jaga di malam hari. Rangka pondok terbuat dari bambu dan kayu, lantai dari bambu dan atap dari daun rumbia atau nipah.

Di bagian dalam karamba dimasukkan jaring yang diikat pada dinding karamba, sebagai wadah penampung ikan patin yang dipelihara. Ukuran mata jaringnya lebih kecil dari ukuran benih ikan patin yang ditebar.

Budidaya Patin system Karamba

Adapun sistem fence yaitu budidaya ikan yang sekelilingnya dibatasi dengan pagar. Biasanya  ukuran fence adalah 5 m x 12 m x 5 m untuk setiap unitnya. Selain itu untuk menjalankan sistem ini dibutuhkan pondok untuk menjaga kolam fence, serta perahu dan jembatan penghubung antar fence untuk mempermudah proses pengontrolan ikan.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat fence, yaitu sebagai berikut.
- Bambu bulat ukuran panjang 11 meter;
- Bambu anyaman yang terdiri dari 2 macam ukuran yaitu ukuran panjang 5 meter dan tinggi 3 - 4 meter dan ukuran panjang 5 meter dan tinggi 1,5 - 2 meter; bambu anyaman ukuran 5 x 3 meter berfungsi sebagai pagar bagian bawah (dalam air) dan bambu ukuran 5 x 2 meter berfungsi sebagai pagar bagian atas yang diikat dengan nilon atau tali plastik pada masing-masing tiang pancang.
- Kayu pelawan ukuran panjang 6 - 7 meter berfungsi sebagai tiang yang ditancapkan ke dalam dasar sungai dengan jarak antara 30 - 50 cm.
- Tali nilon ukuran 4 mm atau tali plastik (trapping band).

Rancangan tinggi harus memperhitungkan tinggi air pada musim hujan, untuk menghindari kemungkinan air di dalam fence melebihi tinggi pagar. Apabila banjir, bambu anyaman bagian atas dapat ditambah lagi.

Untuk setiap unit fence, di atasnya dibuat pondok (rumah jaga) berukuran 1,5 - 1,5 meter, tempat berlindung orang atau petugas pada waktu jaga di malam hari. Rangka pondok terbuat dari bambu dan kayu, lantai dan dindingnya terbuat dari bambu atau papan dan atap dari rumbia atau daun nipan. Selain pondok, dibuatkan jembatan bambu sebagai jalan penghubung untuk mengontron atau memberi makan ikan. Setiap unit fence dilengkapi perahu dari kayu sebagai alat transportasi.

Budidaya Patin system fence

Apabila anda memilih budidaya ikan menggunakan kolam, sesungguhnya ikan patin tidak selalu memilih jenis kolam tertentu. Ikan ini dapat dipelihara dan tetap bisa tumbuh dengan baik diberbagai jenis kolam. Kolam pembesaran patin adalah tempat untuk memelihara benih dari kolam pendederan hingga menjadi ikan konsumsi. Kolam tersebut berukuran 200 - 500 m2. Kolam pembesaran tersebut memiliki 5 bagian penting, yaitu pematang, pintu pemasukan, pintu pengeluaran, kemalir dan kobakan.

A. Pematang
Pematang dibuat sekeliling kolam dengan ketinggian antara 80 - 100 cm. Bagian tersebut dibuat miring ke dalam dan keluar kolam, dengan lebar bagian atas minimal 40 cm dan lebar bagian bawah minimal 80 cm. Pematang tersebut harus kuat agar bisa menahan volume air yang besar. Pematang juga tidak boleh bocor agar air kolam bisa dipertahankan.

Cara pembuatannya dilakukan sebagai berikut :
- Sisi pematang dibuat miring demgan perbandingan 1:1 atau 1:1,5 artinya perbandingan antara sisi tegak dengan sisi mendatarnya adalah 1:1 atau 1:1,5.

Bentuk dan ukuran perbandingan pematang kolam

- Tinggi pematang disesuaikan dengan luas kolam. Pematang harus lebih tinggi dari permukaan air di kolam. Kolam dengan luas 2000 m2 mempunyai tinggi pematang yang muncul di permukaan air cukup 30 cm. Kolam yang luasnya 4000 m2, sebaiknya tinggi pematang yang timbul di permukaan air adalah 50 cm.
- Lebar pematang bagian atas dapat dibuat sama dengan tinggi pematang tetapi tidak boleh kurang dari 1 meter agar tidak mudah hancur.
- Sebaiknya pada pematang kolam ditanam pohon-pohonan atau sayur-sayuran untuk menghindari terjadinya erosi. Tanaman ini dapat berfungsi juga sebagai peneduh bagi ikan di siang haei dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tanaman yang umum digunakan adalah lamtorogung, turi, ketela pohon dan berbagai jenis sayur-sayuran.

B. Pintu pemasukan
Pintu pemasukan dibuat dekat saluran pemasukan dengan pipa paralon berdiameter 4 inch. Bagian itu tidak boleh menyentuh permukaan air untuk menjaga agar ikan tidak keluar. Jarak antara pintu pemasukan dengan permukaan air minimal 20 cm. Selain untuk menjaga agar ikan tidak keluar, tingginya bagian ini bertujuan agar selalu terjadi difusi oksigen dalam kolam. Cara pembuatan pintu air adalah aebagai berikut :



- Pintu pemasukan dan pengeluaran air dibuat dari bambu atau pipa paralon yang ditanam pada pematang kolam.
- Diameter bambu atau pipa paralon disesuaikan dengan debit air.
- Pintu pengeluaran air terdiri dari dua bagian yaitu pertama pintu pengeluaran yang terletak sejajar dengan dasar kamalie. Pintu ini berfungsi untuk mengeringkan kolam pada saat panen. Bagian kedua merupakan pintu air yang terletak di sebelah atas dari bagian pertama. Pintu pengeluaran ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air yang berasal dari pintu pemasukan air atau dari air hujan. Jarak antara kedua pintu pengeluaran ini harus ditentukan dengan tepat sebab jarak ini akan menentukan kedalaman air.

Sketsa Pintu pemasukan dan 
Pintu pengeluaran

- pintu pemasukan air cukup satu bagian saja dan harus terletak lebih tinggi daripada pintu pengeluaran bagian kedua. Perbedaan ketinggian ini dimaksudkan untuk mencegah agar air dalam kolam tidak mengalir kembali keluar.
- Sebaiknya pada pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air dilengkapi dengan saringan yang terbuat dari bambu atau anyaman kawat untuk mencegah masuknya ikan lain ke dalam kolam atau lolosnya ikan dari kolam.

C. Pintu Pengeluaran
Pintu Pengeluaran air dibuat dekat saluran pembuangan. Letaknya pada lebar kolam, lurus dengan lubang pemasukan. Tujuannya agar bisa tersebar merata pada seluruh bagian kolam.

Pintu keluar air kolam

Lubang pengeluaran sebaiknya dibuat dari beton, dengan sistem monik, salah satu bentuk pintu pengeluaran yang paling praktis.

D. Kemalir
Kemalir dibuat di dasar kolam dengan lebar antara 40 - 50 cm dan tinggi 10 - 20 cm. Arahnya memanjang dari pintu pemasukan ke arah pintu pengeluaran. Fungsi utama kemalir adalah sebagai tempat berkumpulnya ikan saat panen, sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Fungsi lain dari kemalir adalah untuk mempermudah penangkapan ikan saat panen. Kemalir ini dapat menjadi tempat berkumpulnya ikan pada saat panen dan berfungsi sebagai hama, bahaya kekeringan, atau sengatan matahari.


E. Kobakan
Bagian penting dari kolam pembesaran Patin adalah kobakan. Bagian tersebut dibuat di dasar kolam, tepat di depan pintu pengeluaran, dengan panjang 1,5 - 2 m, lebar 1 - 1,5 m dan tinggi 20 - 30 cm. Fungsi utama kobakan adalah sebagai sebagai tempat berkumpulnya ikan saat panen, sehingga memudahkan dalam penangkapan.

Apabila anda menggunakan kolam, anda dapat menggunakan system monokultur atau polikultur. Kolam system monokultur adalah satu kolam digunakan untuk memelihara satu macam ikan. Biasanya srbuah kolam yang hanya memelihara satu jenis ikan saja, ikan tersebut tidak akan berhasil memanfaatkan seluruh organisme makanan alamiah yang terdapat di dalam kolam. Salah satu alternatif pemecahan terhadap masalah penggunaan makanan alamiah di kolam adalah pengembangan suatu metode budidaya ikan yang dikenal dengan istilah sistem polikultur.

Menurut systrm polikultur ini pada satu kolam dipelihara berbagai jenis ikan yang membutuhkan jenis makanan berbeda sehingga setiap jenis ikan tidak akan bersaing dalam mencari makanan. Sistem ini ternyata mampu meningkatkan produksi ikan menjadi lebih tinggi dari pada produksi ikan dari kolam dengan satu jenis ikan saja (monokultur).

Salah satu masalah yang dihadapi sistem polikultur adalah penentuan kombinasi jenis ikan yang paling efektis dalam memanfaatkan makanan alamiah yang tersedia di kolam. Selain dapat memanfaatkan makanan yang berbentuk alamiah di kolam secara efektif, tentu saja kombinasi jenis ikan tersebut harus dapat hidup bersama tanpa menimbulkan persaingan untuk mendapatkan makanan atau ruang gerak. 





No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib