Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

CARA MEMBUAT KOLAM IKAN PATIN

Apabila anda memilih kolam sebagai tempat pembesaran, maka ada beberapa hal yang harus anda lakukan untuk mempersiapkan kolam tersebut.

A. Persiapan Kolam

1. Persiapan kolam dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan sumber pakan alami dalam jumlah yang cukup bagi ikan untuk tumbuh.

Kolam pembesaran patin harus baik. Dalam kolam tercipta kualitas air yang baik sehingga ikan bisa hidup baik, nafsu makannya tinggi dan tumbuh dengan cepat. Karena itu kolam harus sebelumnya. Persiapan kolam terdiri dari pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar, perbaikan kemalir, prngapuran dan pengairan.

a) Pengeringan tanah dasar kolam

Pengeringan dasar kolam

Pengeringan dilakuka dengan cara membuang seluruh air kolam. Kolam dibiarkan terjemur sinar matahari. Pemgeringan dianggap cukup bila tanah dasar sudah retak-retak. Biasanya selama 4-7 hari. Pengeringan bertujuan untuk memberantas hama dan penyakit, memperbaiki struktur tanah dasar dan membuang gas-gas beracun. Selain itu juga untuk mempermudah per-baikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir. Jika musim hujan dan tanah tidak bisa kering, sebaiknya tanah dibuat becek atau dengan ketinggian air 10 cm dan diberi saponin atau marshall.

b) Perbaikan Pematang

Perbaikan pematang dilakukan dengan cara menutup seluruh permukaan pematang dengan tanah dasar, agar semua bocoran dalam pematang tertutup. Bila ada kebocoran yang lebih besar, sebaiknya pematang dibongkar, lalu ditutup kembali dengan tanah. Bila bocorannya banyak, sebaiknya pematang dilapisi plastik. Perbaikan pematang bertujuan agar kolam terbebas dari bocoran, sehingga bila diisi air, ketinggian air dan kesuburannya dapat dipertahankan. Kondisi ini sangat baik untuk benih, karena pakan alami selalu tersedia dan benih tidak mudah keluar akibat arus air.

c) Pengolahan Tanah Dasar

Pengolahan tanah dasar dilakukan dengan mencangkul seluruh bagian dasar kolam, tapi tidak terlalu dalam. Tujuannya agar tanah dasar kedap air, strukturnya baik dan higenis. Tanah dasar yang kedap dapat menahan air dan tidak porous. Struktur tanah yang baik dapat memeperlancar proses penguraian bahan organik (pupuk), sehingga pakan alami tumbuh dengan baik. Higenis artinya tanah dasar terbebas dari gas-gas beracun, seperti amoniak, belerang dan lain-lain.

d) Pembuatan Kemalir

Pembuatan kemalir dilakukan dengan cara menarik dua buah tali plastik dari pintu pemasukan ke pintu pengeluaran. Jarak antara tali atau lebar kemalir antara 40 - 50 cm. Tanahnya digali sedalam 5 - 10 cm. Pembuatan kemalir bertujuan untuk mempermudah penangkapan benih saat panen. Setelah kemalir dibuat, tanah dasar diratakan. 

f) Pembuatan Kobakan

Pembuatan kobakan dilakukan dengan cara menggali lumpur pada bagian tersebut dan membuang ke pelataran kolam. Agar lumpur tidak kembali lagi maka pada bagian itu harus tanah yang keras. Dengan demikian tidak akan terjadi longsor lagi dan bagian itu bertahan hingga panen tiba.

E. Kobakan F. Outlet kolam. G. Outlet kobakan. 
H. Inlet kolam


g) Pengapuran

Pengapuran dilakukan dengan cara menyiramkan air kapur ke seluruh bagian tanah dasar dan pematang. Sebelumnya kapur direndam terlebih dahulu dengan air. Untuk kapur yang sudah kering, pengapuran dapat dilakukan dengan cara menaburkan ke seluruh bagian tanah dasar dan pematang. Pengapuran bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanah tanah, terutama pH dan alkalinitasnya. Pengapuran tanah dasar kolam dengan menggunakan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg / 100 m2.

h) Pengisian Air

Pengisian air dilakukan dua hari setelah pengapuran. Caranya dengan menutup lubang pembuangan dan membuka lubang pemasukan. Air dibiarkan hingga mencapai ketinggian 60 - 80 cm. Agar tercipta kualitas air yang baik, maka selama masa pemeliharaan air, air dibiarkan mengalir.

i) Pemupukan

Pada kolam lumpur idealnya perlu dilakukan pemupukan sebelum ikan patin ditebarkan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan makanan alami dan produktivitas kolam, yang dengan cara merangsang pertumbugan makanan alami srbanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50 - 700 gram / m2.

Akan tetapi, banyak dari para petani ikan di indonesia tidak mengetahui bagaimana sebenarnya pemupukan yang baik, efisien dan efektif. Padahal, jika kita nelakukannya dengan benar, pemupukan merupakan salah satu cara membuat pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan apapun. Pemupukan kolam tersebut dapat membuat benih atau bibit ikan yang kita tebar bisa tumbuh dengan cepat dan sehat jenis pupuk yang biasa dipergunakan dalam kolam adalah pupuk kandang, pupuk hijau dan pupuk buatan.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib