Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

TEMPAT KERAMAT DI GUNUNG LAWU


Petilasan Pringgodani Gunung Lawu

Anda sering mendengar pendekar dari Gunung Lawu ?
Pendekar tersebut awalnya melakukan pertapaan di Gunung Lawu. Dengan dibimbing oleh seorang guru dia menuntut ilmu kadigdayan di sana.

Setelah pendekar tersebut selesai melakukan pertapaan kemudian dia turun gunung untuk mengamalkan ilmunya.

Demikian sekelumit cerita di jaman dahulu atau cerita rakyat di mana Gunung Lawu sebagai tempat untuk memenuhi hajat seseorang. Lalu bagaimana dengan jaman now ?

Gunung Lawu mempunyai nama asli Wukir Mahendra. Ada legenda yang menceritakan bahwa Gunung Lawu merupakan kerajaan pertama di pulau Jawa yang dipimpin oleh Raja yang dikirim dari khayangan. Raja itu terpana melihat keindahan alam di seputar Gunung Lawu.

Percaya atau tidak, banyak sekali upacara upacara ritual diadakan di Gunung Lawu dan upacara itu sudah berlangsung sejak jaman Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit pada abad ke 15 hingga sekarang. Gunung Lawu masih mempunyai ikatan yang erat dengan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta terutama pada bulan Suro, para kerabat keraton sering berziarah ke tempat-tempat keramat di puncak Gunung Lawu.

Perjalanan Supranatural anda menuju ke Gunung Lawu sangat mudah dijangkau karena banyak transportasi umum menuju ke sana. Gunung Lawu berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama jika anda melalui terminal Solo tepatnya pilih jutusan yang menuju Tawangmangu. Anda bisa langsung menuju pintu pendakian melalui Cemoro Sewu. Pemandangan yang indah dan hawa dingin akan menyapa anda, begitu dampai di kaki Gunung Lawu.

Begitu anda naik ke atas, anda akan menemukan padang rumput pegunungan banjaran Festuca Nubigena yang menglilingi sebua danau gunung kawah tua menjelang pos terakhir menuju puncak pada ketinggian 3.200 m dpl. Padang rumput itu sangat indah pada saat musim penghujan, begitu hijau dan subur tetapi biasanya kering di musim penghujan,begitu hijau dan subur tetapi biasanya kering di musim kemarau. Rumput yang tumbuh di dasar telaga ini berwarna kuning segingga airnya kelihatan kuning maka telaga ini disebut sebagai telaga Kuning. Keyakinan yang muncul, jika berani berendam di telaga ini maka segala keinginannya akan tetpenuhi tetapi jangan coba-coba berendam karena airnya sangat dingin.

Telaga kuning diapit oleh puncak Hargo Dumilah dengan puncak lainnya. Juga terdapat sebuah mata air yang disebut  Sendang Drajat, sumber air ini berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Konon, air di sumur ini tidak akan pernah habis walaupun dipergunakan secara terus-menerus. Orang banyak meyakini akan memberikan keajaiban jika meminumnya maka tidak heran di sekitar sumur terdapat bilik-bilik untuk mandi. Biasanya mereka mengguyur badannya dengan air sumur tersebut dalam hitungan ganjil.

Selain itu, terdapat gua bernama sumur jolotundo, tetapi untuk menuju ke sana sangat sulit karema kira harus turun ke bawah kurang lebih 5 meter dan sangat curam. Di situlah terdapat lubang berdiameter 3 meter, dengan pintu masuk setinggu 90 cm. Gua ini dangat dikeramatkan oleh penduduk sekitar, karena mereka percaya di sinilah tempat bertapanya para guru atau untuk memberikan wejangan kepada muridnya.

Rasa haus akan pengalaman spiritual akan semakin terobati saat anda sampai pada sebuah bangunan di sekitar puncah Hargo Dumilah yang disebut Hargo Dalem.  Di sinilah banyak peziarah melakukan meditasi karena tempat ini diyaqini sebagai tempat petilasan Eyang Sunan Lawu atau Prabu Brawijaya. Hargo Dalem sebagai tempat menghilangnya sang prabu Brawijaya. Konon para peziarah yang ingin berjumpa dengan Eyang Sunan Lawu disarankan melakukan ritual di tempat ini sebanyak tujuh kali, tetapi ada juga yang belum sampai tujuh kali mengaku sudah bertemu dengan Eyang Sunan Lawu. Anda tidak perlu khawatir, karena di sekitar Hargo Dalem ini banyak terdapat bangunan yang dapat digunakan untuk berlindung dari hujan dan angin.
Keunilan Gunung Lawu walaupun pada ketinggian 3.265 mdpl, masih terdapat warung makanan dan minuman sekedarnya yang sangat membantu peziarah yang krlelahan, lapar, dan kedinginan.

Ada lagi pasar Diyeng atau Pasar Setan, yang ditandai dengan prasasti batu yang berblok-blok, jika dilihat dengan mata batin di tempat ini terdapat pasar gaib. Percayalah !


No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib